Jumat, 03 Agustus 2007

Curug Agung Batu Kapur


budaksubang.blogspot.com
Curug Agung dikenal juga dengan nama Batu Kapur, terletak di desa Curug Agung Kecamatan Sagalaherang. Jarak dari arah selatan Subang 17 km dari arah utara Bandung. Curug Agung dilengkapi dengan fasilitas kolam renang air panas dengan suhu 400 - 450 C, pondok dan tempat rekreasi anak-anak. Berdasarkan pengalaman para pengunjung yang datang berendam di kolam air panas tersebut dapat menyembuhkan penyakit gatal-gatal.

Air terjun Curug Cijalu


budaksubang.blogspot.com
Curug Cijalu terletak di Kecamatan Sagalaherang, berjarak 37 Km dari kota Subang ke arah selatan (1 jam perjalanan) dan sekitar 50 Km dari Kota Bandung kearah utara (1,5 jam perjalanan). .Seperti namanya, curug (air terjun, Bahasa Sunda), hanya sepasang air terjun yang tumpahan airnya mengalir deras membelah bukit di puncak Gunung Sunda, sekira 800 meter di atas permukaan laut. Tumpahan air itu menyajikan panorama indah pada birunya langit, sejuknya udara, dan hijaunya pepohonan yang menyelimuti suasana wisata yang berada di Kecamatan Sagalaherang Kabupaten Subang. Belum lagi percikan air terjun yang dingin, sejuk dan putih, membuat para wisatawan tak tahan lagi ingin segera bermandi ria di bawahnya. Curug Cijalu "ditemani" dua makam yang dikeramatkan dan juga "ditemani" oleh air terjun lain yang dikenal dengan nama Curug Perempuan yang terletak sekira 100 meter sebelum Curug Cijalu. Selain curug Cijalu dan Curug Perempuan, terdapat pula lapangan sebagai areal untuk camping bagi para pengunjung Secara keseluruhan, tempat ini dapat dijadikan alternatif bagi pengunjung yang memiliki hobi berpetualang. Selain menjanjikan ketenangan dan ketenteraman, juga kedamaian menjadi perpaduan yang kompak untuk menunjang daya tarik tersendiri.

Pantai Patimban


budaksubang.blogspot.com
Pantai Kalapa Patimban merupakan salah satu obyek wisata yang terdapat di Kabupaten Subang, merupakan daya tarik khas wisata pantai. Pantai Kalapa Patimban juga mempunyai kedalaman laut yang landai sehingga para pengunjung dapat aman bermain di laut. Kegiatan yang dapat dilakukan salah satunya adalah bola volley pantai dan sky boat. Berperahu, memancing dan masih banyak lagi kegiatan yang dapat dilakukan disana bersama keluarga . Jarak dan Waktu tempuh kendaraan mobil
Subang-Patimban (57 km) 1,5 jam
Jakarta-Patimban (Via Pantura)(160 km) 2,5 jam
Bandung-Patimban (114 km)2,5 jam
Ciater-Patimban (96 km) 1,5 jam

Pantai Pondok Bali


budaksubang.blogspot.com

HAMPARAN pantai dengan deburan ombak yang membuncah, serta birunya air laut seringkali membuat orang merasa rindu untuk kembali menikmati suasana pantai. Suasana inilah yang menjadikan wisatawan berkunjung ke Pantai Pondok Bali. Pantai ini terletak di Desa Mayangan, Kecamatan Legonkulon Kabupaten Subang Utara. Anda dapat mencapai pantai ini setelah menempuh sekira 9 kilometer dari kota Pamanukan (Jalan Raya Pantura) dan bejarak 40 km dari kota Subang kearah utara .




Rambut dan Nikmat Tuhan


budaksubang.blogspot.com

Pasosore, sekitar pukul 17 atawa jam opat sore Saya berangkat kerja ,kebetulan di bulan agustus ini saya teh dapat sip malam .hari ini saya berangkat lebih awal, ada rencana makan soto ayam pafourit yang letaknya g jauh dari tempat kerja , teu di caritakeun makan nya mah da pasti nikmat kan tos di caritakeun etateh soto pafourit saya..

Setelah rengse makan trus bayar, hehehe.. kl g bayar mah hayang di gebugan ku tukang warung..? yupzZz.. langsung ka tempat gawe, di tempat gawe aya aww keur narima telephon ,nyaeta teh Dedew, sebut saja da teu meunang di sebut ken asli namah bisi nuntut..hehehe… Teh Dedew teh salah satu wartawati Koran terkemuka di Bandung yang di tugas kan di Bks , tuluy saya menghampirinya dan terlibat obrolan ngaler ngidul

Teh Dedew slaloe aja punya cerita yang menarik dan enak tuk di bahas ma’lum etamah da tugas manehna sebagai seorang wartawan,mun teu kitu moal kapake meureun hehehe … tapi dina obrolan sore eta aya nu penting dan perlu diinget sareng di lenyepan ku urang sarerea salaku umat manusa nu gumelar di alam dunya..

Sepenggal perkataanTeh Dedew sama saya :

“ Yeuh Ben, Sayah mah sok inget kana omongan nini euy…”

“ ari kitu bilang apa nya teh..?” ( ceuk saya bari panasaran)

“ Gini ,waktu saya kumpul dirumah nenek, nenek sayah teh ngomong gini sama saya ;” Mungguh Sapurna Sareng mulia Ciptaan Gusti Allah Nyiptakeun anu aya dina diri Urang Nurutkeun Fungsi sareng kasampurnaan nana “

salah sahijina nyaeta bu’uk atawa rambut,

Coba pikirkan seandainya rambut yang ada di atas mata (halis) atau bulu rambut dan juga kumis kita bisa panjang kayak rambut di atas kepala ? euhh pasti sangatlah mengganggu.

Tah geuning ngobrol sore teh geuning aya manfaat na,dina obrolan eta urang meunang elmu ,memang lamun seug di pikir2 bener juga kata neneknya teh Dedew teh.. coba kita sama2 pikirkan gimana seandainya rambut selain di kepala pertumbuhannya seperti rambut di kepala yang bisa tumbuh beberapa centi selama satu minggu, bagi yang kaum bapak –bapak yang males mencukur rambut bayangin kl lagi makan pasti riweuh pisan ku kumis anu ngambay kana lambey,trus riweuh panon kacolokan ku bulu rambut anu geus panjang ayan kana sapuluh centi na pokoknamah bias rariweuh..

Syukur alhamdulillah,mungguh sampurna gusti anu maha suci nyiptakeun kaula sareng kasampurnaan nana.sobat, kadang urang lupa diri mensyukuri anu aya dina diri urang , kadang urang lupa bersyukur dengan apa yang telah di berikan sang khalik dina diri urang , mang Beben berharap mulai sekarang urang kudu bersyukur dengan segala anu aya dina diri urang sareng fungsina, cag ah sakieu heula ti mang Beben panjang lebar bisi salah hehehe.. wassalam ..

Cloud Callout: Euh..riweuh pisan , hese dahar…

Rabu, 01 Agustus 2007

PENGRAJIN "BEDOG" TANJUNG SIANG

Shinta Dewi Maharani

Perajin ”Bedog” Perlu Bapak Angkat

PERAJIN golok alias bedog yang ada di wilayah Kecamatan Tanjungsiang Subang sebenarnya cukup potensial kalaulah dikembangkan dan dikelola oleh dinas terkait dalam hal teknis pembuatan dan pemasarannya. Apalagi bila disokong dengan bantuan dana dan dihimpun dalam suatu wadah usaha yang mapan, seperti koperasi atau lainnya.

Salah satu perajin yang berhasil ditemui, Ahmad Baiquni dan putranya, Yudi Hifli ketika menjajakan hasil kerajinannya di acara panen padi hasil perpaduan teknologi Primatani oleh Gubernur Jabar yang diwakili Asda II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Wawan Ridwan di Desa Sindanglaya, Tanjungsiang, Senin (23/7), tidak bisa berbicara banyak tentang nasib usahanya. "Ya beginilah nasib perajin kecil dan bisa dagang di sini pun atas ajakan petugas penyuluh pertanian," kata Ahmad mengawali pembicaraan.

Ahmad sudah terbilang lama bergelut dalam usaha pembuatan kerupuk dengan nama 3 putra. Namun melihat lingkungan tempat tinggalnya di Kampung Cikadu Desa/Kec. Tanjungsiang banyak yang bisa membuat sarangka dan pandai besi tetapi tidak pernah maju dan berkembang, ditambah banyaknya anak-anak yang putus sekolah termasuk anaknya sendiri, ia pun beralih profesi. "Dari sinilah saya tertarik hingga bisa merekrut 20 orang dengan modal nekat mengajukan kredit ke BRI dengan jaminan rumah. Tetapi sekarang juga tetap bingung karena bunga yang cukup besar dan kesulitan dalam pemasaran," kata dia.

Usaha yang dirintisnya ini baru berjalan beberapa bulan, tetapi hasil produksinya terhitung lumayan. Dengan modal dan peralatan yang sangat sederhana untuk 1 pandai mampu menghasilkan 60 golok berbagai jenis, sedangkan perah atau sarangka-nya bisa lebih. Dia menceritakan dengan gamblang tentang kendala yang dihadapinya terutama mengenai masalah permodalan yang sangat minim, sehingga masih memerlukan suntikan dana untuk tambahan modal kerja dan pembelian alat. "Coba saja Pak, harga alat slep atau untuk menghaluskan golok, parang dan lainnya hanya bisa berumur 3-4 bulan saja, sementara harganya cukup mahal mencapai Rp 500 ribu, "ujar Ahmad.

Bahan baku yang digunakan untuk membuat golok adalah dari besi per bekas kendaraan. Sedangkan untuk perah atau sarangka-nya terbuat dari kayu. Kadang-kadang untuk produk ini bisa dibuat dari bahan tulang/tanduk tergantung pesanan. Saat ini, menurutnya, agak sulit mencari bahan baku karena memang besi baja sedang mahal. Kalaupun terpaksa, dikaitkan dengan hasil produksinya jelas akan memberatkan konsumen, kecuali bila memang hasil pemesanan.

Untuk masa-masa awal, pemasaran produk rekaan Ahmad, dilakukan dengan cara menjajakan langsung dari rumah ke rumah di wilayah Subang dan sekitarnya seperti Cikampek, Karawang dan Indramayu. Ia bersyukur, saat ini banyak yang memesan dalam jenis lux yakni dengan pegangan tanduk dan sarangka-nya dibalut aneka aksesoris.

”Tapi pesanan seperti ini jarang terlayani karena sangat terbatas dan minimnya modal. Untuk satu produk saja mencapai lebih dari Rp 200 ribu dan bila dijual Rp 250 ribu, ya pas-pasan, "ungkapnya sambil mencontohkan golok yang diberikan Bupati kepada Asda II Pemprop Jabar.

Sedangkan pegangan biasa yang berbentuk wayang golek dengan golok sedang dan kecil harganya di bawah Rp 100 ribu.

Keinginan kuat Ahmad Baiquni yang telah dipendamnya sejak lama adalah lahirnya suatu ikatan antara perajin dengan perusahaan besar atau semacam bapak angkat. Ia juga berkeinginan mendirikan koperasi agar dapat menerima dan menampung hasil produksi dari tiap-tiap perajin yang cukup banyak di wilayah Tanjungsiang. Yang lebih penting, tentunya diharapkan adanya perhatian dari dinas/instansi terkait dalam membina usahanya. (JU-14)***PR


Bermalam di keindahan Bumi Parahiyangan

Shinta Dewi Mahara


Bermalam di Keindahan Bumi Parahyangan


Perjalanan wisata di Jawa Barat penuh dengan eksotika pemandangan alam yang memikat. Jarak satu kota dengan kota lain di propinsi ini amat berdekatan dan dapat ditempuh dalam hitungan jam saja. Namun, tak ada salahnya jika sesekali bermalam di salah satu kota. Sebuah pengalaman baru yang menakjubkan akan Anda rasakan.

Ciater Spa and Resort

Pemberhentian pertama kami di kota Subang adalah sebuah resor yang terletak di Jl Raya Ciater. Namanya Ciater Spa and Resort. Tempat ini merupakan sarana wisata keluarga yang sangat bagus. Udara dingin plus hujan rintik yang masih terus membasahi kota Subang, sempat membuat kami menggigil kedinginan. Pasalnya, suasana Jakarta yang panas, membuat kami tak terbiasa dengan hawa dingin Subang.

Ciater Spa and Resort sendiri merupakan kawasan yang terletak tidak jauh dari Gunung Tangkuban Perahu. Lokasi yang strategis, membuatnya menjadi salah satu tujuan wisatawan saat berkunjung ke obyek wisata Gunung Tangkuban Perahu.

Di resor ini, selain kolam rendam air hangat, juga disediakan fasilitas spa yang menggunakan air hangat. Selain itu, untuk mereka penggemar perang-perangan, dapat menyalurkan hobi anda di arena Paint Ball. Untuk anda penggemar offroad, anda dapat mengadu nyali anda pada track Go Kart yang telah di set sedemikian rupa. Bahkan, pengunjung, bisa melakukan relaksasi yang merupakan fasilitas dari Ciater Spa and Resort. Berupa terapi dengan menggunakan sumber air panas yang mengandung belerang tersebut.

Hujan mereda ketika hari sudah gelap. Meski begitu, kami tetap memaksakan diri keluar dari kawasan resor untuk menjelajah dunia malam Subang. Ternyata sepanjang jalan yang kami temui hanyalah jalanan yang kosong. Makanya, baru setengah perjalanan menurun, akhirnya kami memutuskan untuk kembali lagi menuju Ciater Spa.

Tak ada kegiatan yang kami lakukan di resor ini. Jalan-jalan yang kami lakukan hanya mengitari seputar resor untuk melihat beberapa fasilitas yang tersedia. Namun, hanya kolam air hangat yang kami coba, pasalnya untuk fasilitas lain, seperti offroad, Paint Ball dan lain-lainnya, terhalang karena hujan. Malam itu, kami tidur lebih cepat, karena ingin lebih segar di keesokan harinya.

Kampung Sampireun

Kampung Sampireun berdiri di atas tanah seluas 5 hektare, dengan pemandangan yang sungguh memanjakan diri. Dijamin, lelah yang terasa di sepanjang perjalanan akan terbayar penuh dengan pemandangan yang ada di Sampireun. Suara gemercik air, dan sayup-sayup terdengar suara alunan gamelan khas Sunda, hingga pantulan cahaya obor pada malam hari membuat suasana semakin romatis.

Kampung Sampireun terletak 1.500 mdpl dan memang dirancang untuk membuat orang yang menginap melupakan sibuknya dunia kota dan menikmati keheningan desa di tengah danau. Sampireun memiliki 14 cottage dan sebuah bungalow khas Sunda. Semua cottage dibangun di atas danau dengan menggunakan bahan-bahan yang alami, mulai dari atap rumbia serta semua perabotan yang dibuat dari bambu.

Pada malam harinya, minuman khas Sunda Sekoteng menemani kami. Uniknya, minuman tersebut diantar langsung ke tempat tamu yang menginap dengan sampan. Memang, di atas sampan itu terdapat seorang koki, seorang pemain kecapi, pemain suling dan yang mendayung sampan. Travel Club