Minggu, 27 April 2008

55 PSK Pantura Subang Digaruk Aparat

budaksubang.blogspot.com
SUBANG- Sebanyak 55 wanita yang diduga pekerja seks komersil di empat titik warung remang-remang di Jalur Pantura Kabupaten Subang pagi dini hari tadi digaruk aparat gabungan dari Satpol PP dan Polres Subang.

Dalam oeprasinya aparta, membagi dua tim. Tim pertama emlakukan operasi di Daerah Patokbeusi dengan sasaran warung remang-remang, sementara tim lainnya menggerebek pantai wisata Patimban Pusakanagara Subang.

Puluhan aparat yang menggunakan sejumlah kendaraan pribadi dan tiga mobil Dalmas dan Satpol PP tiba di lokasi sekitar pukul 23.00 Wib kemarin. Saat dilakukan operasi penyakit masyarakat itu, puluhan wanita malam yang berbusana seksi dan minim itu hanya bisa pasrah tanpa melakukan perlawanan.

"Operasi ini terus kami lancarkan, hingga ada efek jera di masyarakat," ujar Kepla Sie Pengendalian dan Operasi Satpol PP Subang, Yosef Aks Minggu (20/4/2008).

Menurut Yosef Aks, 55 wanita pekerja seks komersi ini diamankan karena tidak memiliki kartu identitas dan masa berlakunya sudah habis. Selain 55 PSK, aparat juga menjaring delapan orang hidung belang dan 18 sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-surat. Baik si hidung belang maupun PSK, langsung dibawa ke Kantor Satpol PP Subang di jalan Dewi Sartika Subang dengan menggunakan kendaraan polisi, untuk dimintai ketrangan dan di BAP.

(Annas Nasrullah/Sindo/uky)
linkhttp://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/04/20/1/102165/55-psk-pantura-subang-digaruk-aparat


Lagi, TKI Disiksa Majikannya


budaksubang.blogspot.com

Liputan6.com, Subang: Penyiksaan yang dialami tenaga kerja Indonesia oleh majikannya di luar negeri kembali terjadi. Ade Zubaidah, seorang tenaga kerja wanita asal Desa Sembung, Pagaden, Subang, Jawa Barat, yang bekerja di Malaysia memilih pulang kampung. Ia tak tahan disiksa oleh majikannya.

Ade sedikit lega, sebab gaji selama satu tahun bekerja telah dibayar sang majikan. Hanya saja, penderitaan Ade belumlah berakhir. Saat akan kembali ke kampung halamannya, gaji Ade harus dipotong oleh perusahaan yang memberangkatkannya. Ia dianggap tak memenuhi kontrak selama dua tahun.

Selama setahun bekerja sebagai pembantu di wilayah Delima, Kluang, Malaysia, Ade mengaku kerap disiksa majikan, baik majikan laki-laki maupun perempuan. Ade yang menjadi TKI sejak Februari 2007 ini tidak melaporkan kasusnya ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia setempat karena selama bekerja dirinya tak diperbolehkan keluar rumah.(ANS/Syamsu Nursyam)

Jenazah Lela Tiba di Subang


budaksubang.blogspot.com
Liputan6.com, Subang: Setelah sebulan terkatung-katung, jenazah tenaga kerja wanita asal Pagaden, Subang, Jawa Barat, yang tewas terbakar di Brunei Darussalam, belum lama ini tiba di kediaman orang tuanya. Kedatangan jenazah Lela Sulastri (38 tahun) di Desa Pasircabe disambut isak tangis keluarga.

Sebelumnya korban dikabarkan tewas bersama enam rekannya di tempat indekos pada 7 Maret lalu. Pihak keluarga sangat menyesalkan kematian korban yang sudah berlangsung selama sebulan itu. Selain itu, sang majikan terkesan menutup-nutupi kejadian itu. Keluarga korban diberi uang bela sungkawa sebesar 2.000 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 10 juta.(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)

Selasa, 25 Maret 2008

PENGGUNA INTERNET DI SUBANG MENINGKAT

budaksubang.blogspot.com
Perkembangan dunia Teknologi Informatika dewasa ini makin menunjukkan kemajuan yang sangat pesat. Teknologi perangkat komunikasi seperti telepon genggam (handphone), internet dan telepon tanpa kabel yang dipelopori oleh munculnya wireless phone sudah merambah daerah-daerah yang tidak dilalui jalur telepon kabel. Perkembangan teknologi ini diantisipasi PT. Telkom dengan mengembangkan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pengembangan pelayanan, termasuk berbagai kegiatan edukatif.
Menurut Eri Ernawan S.E., Manajer Pelayanan Telkom Subang, di Kabupaten Subang sendiri, saat ini pengembangan bisnis PT. Telkom memang mulai diarahkan pada new waves business, yakni peningkatan pelayanan internet broadband dan data komunikasi. “Hal ini selaras dengan visi Telkom kedepan untuk menjadi pemain utama di bisnis informasi dan telekomunikasi mulai dari daerah, regional, nasional, bahkan internasional”, katanya.
Eri mencontohkan jasa penggunaan internet melalui PT. Telkom. Menurut Eri, pengguna jasa internet di Kab. Subang sudah sepenuhnya merata di daerah Subang kota. ”Saat ini pula sudah rampung tiga base transceiver station di daerah Pamanukan, Ciasem dan Kalijati”, ungkapnya. Bahkan, katanya, di lingkungan Pemkab sendiri, internet dan intranet (LAN / Local Areal Network) sudah merambah hampir seluruh SKPD. Eri berharap, langkah ini akan menjadi pembuka bagi diimplementasikannya e-goverment yang banyak dinilai sebagai pilar pendukung diberlakukannya otonomi daerah.
Lebih jauh diinformasikan, PT.Telkom selaku BUMN yang menjadi operator pelayanan telekomunikasi di Indonesia kini memantapkan visi dan misinya berupa Infokom Player in the Region. ”Saat ini PT. Telkom tidak hanya menyentuh kawasan lokal saja, namun sudah menjelajah beberapa negara di Asia dan beberapa negara lainnya dalam hal jaringan”, jelas Eri. Pengertian Infokom sendiri menurut Eri adalah produk yang ditawarkan Telkom berupa, voice (suara), data, video, content (isi/muatan) dan aplikasi. Mengenai program edukasi Eri menjelaskan, tahun 2004 Telkom Subang berhasil menggulirkan program Internet Goes to School ke sekolah-sekolah se-Kab.Subang secara bertahap. Sebagai upaya mendukung program pendidikan, lanjutnya, penggunaannya tidak dikenakan biaya. ”Paket ini sudah termasuk 10 unit komputer dan paket speedy, dengan harapan tidak lain untuk memperkenalkan teknologi internet kepada para pelajar”, tandasnya.
Perkembangan penggunaan media internet di Subang memang terlihat pesat. Selain institusi pendidikan, jaringan internet pun sudah lebih dulu dikenal para pelaku usaha di Kab. Subang ini, diantaranya Texmaco, Papertech, Systech, PT. Djarum, FIF, dunia perbankan dan beberapa perusahaan yang mengembangkan usahanya di Kab. Subang ini. Bahkan fasilitas hot-spot atau akses internet nirkabel di lokasi yang telah ditentukan oleh penyedia kanal semisal pusat perbelanjaan, sekarang ini sudah tersedia di Kab.Subang, tepatnya di lokasi wisata Ciater yang telah berjalan 2 tahun belakangan ini. Walaupun masih merupakan proyek percontohan, pemanfaatan fasilitas hot-spot ini akan dikembangkan di Kampus Unsub dan STIESA.
Saat ditanya kelebihan koneksitas Speedy yang saat ini tengah booming, Eri mengungkapkan, dari faktor kecepatan penerimaan data lumayan tinggi atau sekitar 384 kb/second. “Kelebihan lainnya, bagi pengguna speedy yang dipergunakan di rumah hanya dikenakan biaya Rp 200 ribu selama 50 jam pemakaian dan bisa pararel dengan line telpon”, katanya. Dengan penggunaan paket Speedy ini, pengguna saluran internet tidak akan terganggu apabila line-nya digunakan untuk telepon.
Selain Telkomnet Instant, Speedy dan Astinet, PT. Telkom pun sudah lebih dulu mempelopori jaringan telepon nirkabel (wireless phone) dengan Telkom Flexi nya. “Penggunaan jaringan diharapkan dapat mengatasi permasalahan tidak sampainya jalur telepon ke masyarakat yang tidak dilalui jaringan kabel telepon”, ungkap Eri. Arti dari telepon Flexy itu sendiri menurut Eri adalah telepon rumah yang bisa dibawa-bawa keluar rumah. Keuntungan mempergunakan fasilitas Telkom Flexy ini, katanya, antara lain tidak menggunakan kabel, sehingga mengurangi kendala putusnya kabel telepon akibat bencana dan pencurian serta pilihan pasca bayar dan pra bayar (flexy trendy). Ternyata biaya tarif percakapan telepon dengan fasilitas ini tergolong murah, bisa bicara dengan hingga 7 orang, serta dapat mengirim banyak sms ke sesama nomer flexy. Diperoleh informasi pada tahun 2008 direncanakan dibangun 38 BTS flexy di seluruh kecamatan se-Kab. Subang. Frekuensi dari 1.900 MHz yang pada tahun 2007 diturunkan menjadi 800 MHz pada tahun 2008. “Sejak diturunkan menjadi 800 MHz, konsumen pengguna Telkom Flexy meningkat dari 434 starterpack menjadi 2.500 starterpack”, katanya. Harga pesawatnyapun relatif terjangkau, yakni mulai Rp 300 ribu sampai dengan Rp 800 ribu.
Berbicara mengenai pesaing bisnis PT. Telkom dalam hal penyedia jasa komunikasi, Eri mengungkapkan, bahwa semua itu optional, tergantung kita mau pilih mana. ”Jika dilihat dari pelayanan dan kualitas produk yang kami tawarkan, kami yakin jaringan Telkom yang terbaik dan kami lebih mengatasnamakan produk dalam negeri”, katanya menutup pembicaraan. (Tri/Asep)
link dari : http://www.subang.go.id/seputar.php?isi_id=PENGGUNA%20INTERNET%20DI%20SUBANG%20MENINGKAT


Rabu, 12 Maret 2008

Pesawat TNI AU Jatuh di Subang, Satu Tewas

budaksubang.blogspot.com
TEMPO Interaktif, Subang:Sebuah pesawat helikopter milik TNI Angkatan Udara jatuh, Selasa (11/3), di perkebunan tebu di kampung Wanasari, Desa Cinangka, Kecapatan Cipunagara, Kabupaten Subang. Menurut Kepala Polres Subang, AKBP Sugiyono, pesawat yang jatuh adalah pesawat latih, Bell 47 B/Soloy H 4712.

“Pilot Lettu Hengki tewas, dan kopilot Prada Rudi mengalami luka bakar,” ujarnya. Keduanya langsung dibawa di rumah sakit PTP di Subang.

Menurut saksi mata, Encim, dia melihat pesawat meledak di udara. Suaranya bagaikan petir. “Saya melihat ekor dan asap saja,” ujar warga Desa Cinangka ini yang menyaksikan insiden sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian.

Di lokasi sendiri, di perkebunan tebu Cibeureum, ratusan warga menyaksikan proses evakuasi bangkai pesawata dari jarak sekitar 200 meter. Bangkai pesawat yang sudah diptong-potong dimasukkan ke truk untuk dibawa ke Lanud Suryadharma, Kalijati, Subang, sekitar 30 kilometer dari lokasi kejadian.

Hingga kini, penyebab kecelakaan belum diketahui. “Masih dalam penyelidikan,” ujar Sugiyono saat dihubungi.

Nanang Sutisna, Purwani Diyah Prabandari

Terkait Nasib Nakerwan di Luar Negeri, Disnaker Subang Rencanakan Bawa Keluarga ke Menaker

budaksubang.blogspot.com
KabarIndoenesia - SUBANG, Pekan depan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Subang menjadwalkan akan mempertemukan keluarga tenaga kerja wanita (Nakerwan) untuk menemui Menteri Tenaga kerja dan Departemen luar negeri. Hal ini dilakukan oleh Disnaker Subang terkait dengan terjebaknya tenaga kerja wanita asal Subang di kawasan konflik Turki-Irak di Kurdistan, Irak. Demikian diungkapkan Kepala Disnakertrans Subang, H. Oo Irtotolisi melalui Kasi Informasi dan Penempatan, Tunggul Silaban. SE setelah bertemu dengan keluarga TKW, Casinah ( 26), di Kp. Pelabuhan Sebrang Rt 12/06 Desa Pangarengan Kecamatan Legon Kulon, Jum'at (2/11).

Menurut Tunggul, pekan depan Disnakertrans Subang akan membawa keluarga korban ke Jakarta untuk menemui Menteri Tenaga Kerja dan pihak Departemen Luar Negeri bersama lembaga swadaya masyarakat yang mengurusi tentang para buruh migran. "Kita sendiri akan didampingi Migran Care Jakarta,"ujarnya. Upaya ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Subang guna meminta upaya kongkrit dan menselusuri masalah yang dialami warga Subang hingga segera dievakuasi ke kampung halamanya. "Kita berharap pemerintah pusat memperhatikan secara serius masalah ini, sehingga Casinah bisa segera dievakuasi ke kampung halamannya sebagaimana permintaan keluarganya," Kata Tunggul.Sebab, Lanjut Tunggul Disnakertrans Subang sendiri mengalami kendala untuk melacak keberadaan Casinah, termasuk Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang memberangkatkannya. Sebab keluarga korban tidak mengetahui secara jelas tempat kerja dan PJTKI yang memberangkatkan ibu dari anak semata wayang Riyan ( 8) ini.

Padahal menurut dia, yang harus bertanggungjawab penuh terkait kondisi TKW adalah pihak PJTKI karena pihak perusahaan yang memberangkatkan masih terikat kerja dengan pihak perusahaan."Sebenarnya ini tanggungjawab mereka, karena masih terikat kontrak kerja. Terlebih keberangkatan Casinah tidak terdaftar pada data base kami. Saya juga bingung, kok bisa ya warga Subang ada di sana, padahal dalam aturan tidak diperbolehkan menempatkan naker di daerah konflik," jelasnya. (eko)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

Sungai Meluap, Desa di Subang Terendam

budaksubang.blogspot.com
Subang (ANTARA News) - Sebagian wilayah pantura Subang terendam banjir, hingga ketinggian satu meter, sejak Rabu (2/1) akibat hujan yang mengguyur wilayah pantai utara (pantura) selama tiga hari terakhir ini dan meluapnya aliran Sungai Cigadung dan Kalen Sema,

Banjir terparah terjadi di Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang hingga air merendam ribuan rumah warga, dengan ketinggian air satu meter atau mencapai pinggang orang dewasa.

Desa Pamanukan, Pamanukan Hilir, Sukareja, dan Sukamaju juga mengalami banjir akibat hujan dan meluapnya air sungai. Selain itu, air juga merendam ratusan hektare sawah di desa-desa tersebut
Meski ketinggian air sudah mencapai satu meter, tapi warga setempat masih bertahan di kediamannya masing-masing. "Kami bertahan karena banjir kali ini masih kategori aman," kata warga Desa Mulyasari, Jamaludin (46), di Subang, Kamis.

Secara perlahan, banjir yang diakibatkan meluapnya aliran sungai dan derasnya hujan itu pada sore ini mulai surut. Namun, warga korban banjir itu berharap pihak terkait segera memberikan bantuan berupa perahu karet sebagai persiapan untuk mencegah meluapnya kembali aliran sungai.

"Hujan akan terus turun, karena itu kami berharap ada bantuan perahu karet untuk mencegah terjadi banjir lagi," kata Jamaludin.(*)