Selasa, 17 Juni 2008

11 Partai Dukung Primus Jadi Cabup Subang

budaksubang.blogspot.com
SUBANG - Meskipun Primus Yustisio belum memberi sikap untuk maju jadi Calon Bupati (Cakup) Subang, namun 11 partai politik mendukung aktor ganteng ini sebagai Cabup Subang.

Dukungan tersebut diungkapkan pada pertemuan di RM Bale Desa, Jalan Darmodihardjo Subang, (Rabu, 11/6/2008). 11 Parpol yang setuju dan mendukung Primus sebagai Cabup Subang antara lain, PBR, PKPB, PKPI, PAN, PNI Marhaenisme, PBSD, Partai Pelopor, Partai Buruh, dan PPNUI.

Ketua PNI Marhaenisme Subang, Suryadi menegaskan, figur Primus memiliki potensi besar untuk membangun daerah leluhurnya. Bahkan menurut dia, dengan sosok Primus yang kerap muncul di sejumlah film telivisi, Suryadi optimis Primus bisa mendapatkan suara dari pemilih muda.

"Dengan modal keartisan Primus, saya yakin 50 persen pemilih muda bisa memilih dia. Asumsinya, siapa yang tidak kenal dengan Primus, tidak hanya anak muda, orang tuapun sudah kenal Primus," tegasnya

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua PBR Subang, Asep Burhan. Dengan kepribadian dan komitmen yang dimiliki Primus, Asep menyatakan pihaknya siap mendukung pencalonan suami dari Jihan Fahira itu. (Annas Nasrullah/Sindo/pie) Link: http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/12/1/117851/11-partai-dukung-primus-jadi-cabup-subang

Minggu, 25 Mei 2008

3 Perampok SPBU & BCA Subang Dicokok di Sumsel

budaksubang.blogspot.com
SUBANG - Tim gabungan kepolisian dari Polda Jabar dan Polres Subang, berhasil mencokok tiga pelaku pembobolan dan perampokan yang melakukan aksinya di dua tempat di jalur Pantura Subang. Pelaku ditangkap di daerah Sumatera Selatan.

Penangkapan terhadap tiga pelaku pencurian disertai kekerasan tersebut berlangsung seperti adegan di film-film aksi Hollywood, aparat gabungan dan pelaku sempat terjadi kejar-kejaran. Karena jumlah petugas lebih besar, tiga pelaku itu berhasil dilumpuhkan.

"Pada hari Jum'at sekitar pukul 09.00 Wib, kami mendapat laporan dari anggota, bahwa dua perampokan uang SPBU dan satu orang pembobolan BCA Pamanukan sudah berhasil diamankan," ujarnya Kapolres Subang AKBP Sugiyono, Sabtu (10/5/2008).

Kapolres enggan menyebutkan identitas ketiga pelaku tersebut. Karena menurut dia, pihak aparat masih melakukan pengejaran terhadap kawanan pelaku lainnya. "Saat ini masih dalam perjalanan untuk dibawa ke sini," imbuhnya

Menurut Kapolres Subang, AKBP Sugiyono, dari tiga pelaku curas di wilayah Pantura Subang itu, dua di antaranya adalah dua pelaku perampokan uang senilai Rp337 juta di SPBU Mundusari Kecamatan Pamanukan Kabupaten Subang, Senin (5/5) pukul 10.00 WIB pekan lalu.

Sementara satu orang lainya, adalah pelaku pembobolan mesin ATM BCA Cabang Pamanukan di Jalan Ion Kartasasmita No 37 Rt. 01/13 Desa Mulya Sari Kecamatan Pamanukan Subang pada 4 Maret lalu.

Akibat aksi kawanan tersebut, pihak Bank mengalami kerugian materi seniali Rp1,1 miliar. "Dari tiga pelaku itu, kami akan kembangkan untuk mengejar pelaku lainnya," tandasnya.

(Annas Nasrullah/Sindo/fit)

B

Dapat SMS Santet, Guru di Subang Pingsan

budaksubang.blogspot.com
SUBANG - Isu SMS santet yang ramai dibicarakan di Kepulauan Riau dan sekitarnya, kali ini sudah sampai ke Kabupaten Subang. Seorang guru SD, Darlim (38) mengaku menerima SMS santet berwarna merah di HP miliknya.

Saat ditemui di rumahnya di Dusun Bugel, RT06/02 Desa Mundusari, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Kamis (15/5/2008), Darlim mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pukul 09.45 Wib saat dia berada di Sukaresmi Pamanukan, tempat dirinya mengajar.

Suami dari Warnengish (32), mengaku baru mengetahui ada sms itu setelah rekan seprofesinya menanyakan jam.

"Begitu saya lihat monitor Handphone warnanya merah, satu menit setelah itu kepala langsung sakit, dada, dan mulut sesak," tutur Darlim yang langsung mematikan handphone miliknya.

Melihat kondisi Darlim, guru ditempatnya bekerja itu langsung membawa ayah dari satu orang putra, Yuga Priatna (13), ke Puskesmas Pamanukan. Darlim sempat dilakukan perawatan intensif selama tiga jam.

Melihat gejala yang pertama terjadi di Kabupaten Subang ini, pihak Puskesmas mendatangkan UGD dan dokter ahli ke Puskesmas. "Setelah diperiksa, katanya jantung saya baik-baik saja dan sehat, jadi saya diizinkan pulang," imbuh Darlim yang masih tampak syok.

Sementara itu, Kepala Kantor Departemen Agama, Hamdan Lubis mengatakan, pihaknya meminta masyarakat untuk menghiraukan saja jika mendapatkan SMS semacam itu.

Dia juga mengimbau masyarakat lebih mempertebal kualitas akidah dan keimanan. Bahkan menurut dia, pada hari Minggu (11/5) kemarin pihaknya menerima SMS yang disebut-sebut SMS santet.

"Ya saya hiraukan saja dapat SMS itu, yang harus kita lakukan pertebal akidah kita dan keimanan kita saja lah," ujar Hamdan Lubis.(kem) (Annas Nasrullah/Sindo/mbs)


Yati Octavia Ditawari Jadi Cawabup Subang


budaksubang.blogspot.com
SUBANG - Sejumlah calon dari kalangan selebritis dikabarkan akan meramaikan Pilkada Kabupaten Subang. Salah satunya, Yati Octavia.

Nama artis senior itu ramai dibicarakan. Dia disebut- sebut akan menjadi calon wakil bupati (cawabup) mendampingi Dadang Setiawan yang saat ini menjabat sebagai staf Sekda Pemkab Bekasi.

Saat dikonfirmasi, Jumat (16/5/2008), Dadang tidak membantah dirinya akan berpasangan dengan Yati Octavia pada Pilkada Kabupaten Subang, 22 Oktober mendatang.

Kendati demikian, dia belum memastikan kapan akan mendaftar ke KPUD Kabupaten Subang.

"Lampu hijau dari Mbak Yati sudah ada. Tapi, kita belum resmi karena belum deklarasi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kita lakukan," ucap Dadang.

Dadang terus berupaya menggaet artis senior era 1980-an itu. Bahkan, dia mengaku akan melakukan pertemuan dengan Yati dalam waktu dekat.

"Secara normatif setiap warga negara memiliki hak politik untuk maju sebagai calon pemimpin di daerahnya. Lagipula, orangtua Yati adalah putra daerah asli Subang," kata Dadang menjelaskan alasan menggandeng Yati.

Selain akan melakukan lobi-lobi mendekati Yati, dia juga masih akan menyamakan persepsi dahulu.(Annas Nasrullah/ang)

Program BLT untuk Adu Domba Warga

budaksubang.blogspot.com
SUBANG - Penolakan pemberian bantuan tunai langsung sebagai kompensasi atas kenaikan harga BBM meluas. Di Kabupaten Subang, Jawa Barat, DPRD menolak keras program itu. Mereka beralasan program itu berpotensi gejolak sosial, seperti adu domba.

Ketua Komisi B, Bidamng Ekonomi dan Keuangan, Aip Saifurrahman mengatakan program sosial yang diluncurkan SBY-JK berkaitan dengan rencanan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) hanya memperkeruh masalah di kelas grass root.

"Program BLT sebenarnya bagus, tapi fakta di lapangan, program ini hanya mengadu domba warga dengan warga, warga dengan kepala desa, belum lagi masyarakat dipusingkan dengan naiknya harga pokok. Jadi saya kira tidak tepat rencana itu diterapkan," ujar Aip Saifurrahman

Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, program sosial yang digulirkan oleh pemerintah pusat, seperti BLT dan PKH (Program Keluarga Harapan) kerap menimbulkan gejolak di masyarakat. Dia mencontohkan, pada awal tahun ini, aksi kekerasan kerap terjadi di Kecamatan Patokbeusi, pada saat pencairan dana PKH.

Potensi keributan tersebut, dikatakan Aip, dipicu karena dianggap program tersebut diterima tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Aip memisalkan, keluarga yang secara ekonominya cukup mendapat jatah, sebaliknya, keluarga yang miskin justru tidak menerimanya.

"Apalagi program BLT yang sekarang akan direalisasikan dalam waktu dekat, sementara data di lapangan tidak valid. Kami khawatir, niatnya baik malah justru jadi boomerang di masyarakat," imbuhnya

Seperti diberitakan, pemerintah menyiapkan dana Rp14,1 triliun untuk pelaksanaan BLT selama tujuh bulan dalam tahun anggaran 2008. BLT akan dibagikan kepada 19,1 juta rumah tangga miskin dengan nilai Rp100.000 per kepala keluarga. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo khawatir pemberian BLT akan memicu gejolak di masyarakat. (Annas Nasrullah/Sindo/mbs)

Tolak BBM, 250 Aktivis Subang Turun ke Jakarta

budaksubang.blogspot.com
SUBANG - Ratusan Aktivis dari Front Rakyat Demokrasi Subang (FDRS) besok diagendakan akan turun ke Jakarta bergabung dengan elemn masyarakat lain untuk melakukan aksi penolakan kenaikan harga BBM.

Sebanyak 250 aktivis FRDS akan bergabung dengan aktivis Front Rakyat Menggugat, Front Pemuda 98 dan elemen masyarakat lainnya. Mereka akan bergabung dengan ribuan massa di kampus UKI Salemba. Selanjutnya menggelar aksi long march menuju Istana Presiden.

"Kami akan bergabung dengan ribuan elemen lain yang sudah mulai beregerak hari ini di Jakarta. Ini sebagai sikap tegas kami menolak kebijakan pemerintah SBY-JK," tegas Ketua FDRS, Handra Munandar

Menurut Handra, salah satu tuntutan yang akan digaungkan dalam aksi besok, fokus pada tiga tuntutan, yakni menolak kenaikan harga BBM dan menurunkan harga bahan pokok, dan mendesak pengusaha antek-antek neo liberalisme segera keluar dari Indonesia.

Dikatakan Handra, kebijakan SBY-JK rencana untuk menaikan harga BBM adalah tindakan oportunis pemerintah dan tidak berpihak kepada nasib rakyatnya yang telah menjadikannya sebagai kepala negara.

"Apa yang dilakukan oleh SBY-JK sudah mengingkari komitmen politik dia pada kampanye. Dan rencana menaikan harga BBM ada tindakan pengkhianatan Presiden terhadap kerakyatan," tandas Handra.(Annas Nasrullah/Sindo/ahm)

Janda dan Menantu Kompak Timbun Minyak Tanah

budaksubang.blogspot.com
SUBANG- Janda muda bernama Nining (38) warga RT 12/4 Desa Kawungluwuk Kecamatan Tanjung Siang, Kabupaten Subang Jawa Barat menimbun minyak tanah ternyata tidak sendiri. Nining menimbun minyak tanah bersama menantunya, bernama Aang Tarmono.

Menurut Kapolres Subang AKBP Sugiyono, sebelum Nining dan barang bukti sebanyak 20 drum berisi minyak tanah, dua hari sebelumnya aparat menangkap menantu Nining, dalam kasus yang sama. Aang menimbun sebanyak 1.260 liter minyak tanah

"Penangkapan terhadap pemilik dan barang bukti minyak tanah, hasil pengembangan dari keterangan menantu Nining, bernama Aang Tramono yang menimbun 1.260 liter minyak tanah," ujar Kapolres Subang AKBP Sugiyono

Penangkapan terhadap Aang warga Desa Kawungluwuk, Kecamatan Tanjung Siang, Kabupaten Subang ini setelah aparat mendapat laporan dari masyarakat setempat. Warga setempat mencurigai aktivitas Aang yang kerap membeli minyak tanah dalam jumlah besar.

"Dari laporan warga kami lakukan pengembangan dan penyelidikan. Setelah terbukti kami langsung meluncur ke lokasi," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Nining diamankan aparat karena terbukti menimbun minyak tanah sebanyak 4 ton. Minyak tanah itu rencananya akan dijual ketika harga BBM dipastikan mengalami kenaikan. (Annas Nasrullah/Sindo/fit)